Junjung Etika Bisnis dalam Semangat Saudagar Santri

Pembukaan Rembug Nasional Saudagar Nahdlatul Ulama dan NU Expo 2012

Foto

Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono menyaksikan lomba kreasi menanam oleh anak-anak PAUD pada NU Expo 2012. (Foto : Muhklis)

Surabaya. Salah satu upaya perbaikan kesejahteraan yang paling efektif dan cepat adalah melalui jalur pengembangan kewirausahaan. Dan alangkah indahnya jika spirit wirausaha itu berpadu dengan nuansa religius yang menjadi ciri khas NU. Demikian diungkapkan Wakil Presiden Boediono saat membuka Rembug Nasional Saudagar Nahdlatul Ulama dan NU Expo 2012 di Grand City Convention and Exhibition Kota Surabaya, Kamis 26 Januari 2012.

Wapres berharap agar pengusaha yang religius sangat dapat diharapkan untuk bisa lebih menjunjung tinggi etika bisnis.  “Pengusaha yang religius akan lebih suka bekerja dan berupaya keras daripada memilih jalan pintas yang melanggar kaidah-kaidah agama. Pengusaha NU yang religius tentu juga lebih welas asih dan peduli pada sesama,” kata Wapres. (selanjutnya baca pidato Wapres di Ruang Media)  

Diungkapkan Ketua Lembaga Perekonomian NU Muhidin Abdul Rusman, ia berharap NU sebagai organisasi muslim terbesar bisa ikut memantapkan ketahanan ekonomi bangsa jika pengusaha kecil dan pengusaha besar saling bersinergi. Hal ini harus diikuti dengan kebangkitan ekonomi seluruh Indonesia dan langkah-langkah strategis kemampuan kompetitif kaum Nahdliyin sendiri.

Menurut Ketua Umum PB NU Kyai Haji Said Aqil Siradj, Rasulullah dipilih oleh Allah SWT menjadi nabi dan rasul terakhir dari keluarga pengusaha besar dan sukses dari tradisi suku Quraisy yang giat berdagang di semua musim. Maka, menjadikan Rasulullah sebagai teladan juga bisa dilihat dari sisi beliau sebagai saudagar.

Expo kedua ini digelar di Surabaya yang merupakan kota petinggi NU. Kota ini juga merupakan kota kelahiran Nahdlatut Tujjar, organisasi kebangkitan saudagar santri yang berdiri pada 1918, bahkan sebelum NU ada. “Karena itu, menyalakan semangat Nahdlatut Tujjar bukan saja demi kesejahteraan umat tapi juga mempertahankan tradisi,” kata Ketua Umum PB NU.

Diungkapkan Gubernur Jatim Sukarwo, dari penduduk Jawa Timur yang berusia 37 juta jiwa, 70 persen di antaranya adalah warga NU. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 7,2 persen/tahun yang melewati angka rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi terletak di sektorusaha kecil menengah yang mencatat perdagangan hingga 240 triliun tahun lalu. Pada bulan Maret-September tahun lalu ada penurunan kemisikinan sebanyak 130 ribu orang.  “Ini semua potensi luar biasa.  Kalau Jawa Timur maju, NU maju,” kata Gubernur.
 
Acara pembukaan diawali dengan pemutaran video yang mengingatkan kembali akan organisasi Nahdlatut Tujjar sebagai organ ekonomi para ulama yang berdiri bahkan sebelum Nahdlatul Ulama berdiri pada 1926 dan pertunjukkan rebana oleh Ikatan Guru-Guru Taman Kanak-Kanak Muslimat NU. Usai pembukaan, Wapres meninjau lokasi expo.

Rembug nasional yang bertemakan “Memberdayakan si kecil, membuat nyaman si besar, dalam memantapkan ketahanan ekonomi bangsa” akan berlangsung 26 – 29 Januari 2012 di Surabaya.

****



Bookmark and Share

Kalender Arsip

« Februari 2012
MSSRKJS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829