Sambutan Wakil Presiden pada Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2011

Yogyakarta, 19 Desember 2011

Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada kita sekalian, sehingga hari ini kita dapat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2011.

Untuk peringatan kali ini, dipilih lokasi kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dipilihnya Yogyakarta sebagai pusat peringatan, mempunyai arti simbolis yang dalam. Bulan ini 63 tahun lalu Yogyakarta, ibukota Republik, diserbu Belanda. Disitulah semangat perlawanan terhadap penjajah dan semangat kesetiakawanan diantara bangsa kita ditempa dan menggema.

Saudara-Saudara sekalian,

Tujuan dari Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bukan sekedar melaksanakan acara rutin tahunan, tetapi untuk kembali menyentuh hati kita masing-masing, untuk menggugah kepedulian kita semua terhadap nasib sesama saudara kita. Kepedulian yang kadang-kadang tumpul karena kesibukan kita sehari-hari.

Kesetiakawanan sebenarnya lebih dari sekedar kepedulian. Kesetiakawanan sosial mencakup langkah-langkah nyata kita untuk mengulurkan tangan guna membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

Yang kita butuhkan bukan sekadar pernyataan simpati, tapi langkah-langkah nyata dari kita semua untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Negara melalui berbagai kewenangannya mempunyai tugas utama untuk melakukan hal ini, untuk memeratakan hasil pembangunan kepada seluruh warganegaranya. Tapi, biasanya program Pemerintah saja tidak cukup. Akan masih banyak warga negara yang membutuhkan bantuan tapi tidak terjangkau oleh program-program pemerintah. Oleh karena itu, peran masyarakat mutlak diperlukan untuk melengkapi program-program tersebut.

Saudara-Saudara,

Saya melihat, di tanah air kita ini ternyata tidak sedikit inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat sendiri untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Dan tidak jarang program-program oleh masyarakat sendiri berjalan lebih baik, lebih mengena sasaran, daripada program-program yang dijalankan pemerintah.

Saya menerima banyak laporan mengenai kegiatan-kegiatan masyarakat seperti itu dan dalam berbagai kunjungan saya ke daerah-daerah, saya dapat menyaksikan dengan mata kepala sendiri, kegiatan-kegiatan nyata dan bermanfaat itu.

Saya mendengar dan melihat banyak lembaga keagamaan yang sangat aktif memberikan pelayanan-pelayanan sosial kepada masyarakat yang kurang mampu, bahkan di pelosok-pelosok terpencil yang berada di luar jangkauan aparat pemerintah.

Saya mendengar dan melihat kelompok-kelompok masyarakat dengan swadaya melakukan kegiatan-kegiatan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi bagi kelompok-kelompok kurang mampu. Dalam kunjungan saya ke berbagai daerah saya jumpai kelompok Ibu-Ibu sangat aktif di bidang-bidang yang menyangkut kesejahteraan keluarga. Ibu-ibu yang aktif sebagai pekerja sosial untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat rentan.

Dan, yang sangat membanggakan saya, banyak anak-anak muda kita yang dengan penuh dedikasi, aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial. Saya sempat bertatap muka dengan sebagian dari mereka dan saya merasakan kuatnya semangat dan idealisme mereka untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakatnya. Ada yang mengajar di daerah terpencil, ada yang menjadi relawan di lokasi bencana, ada yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, dan banyak lagi. Mereka ini umumnya anak-anak muda yang serius, berperilaku dan berbahasa santun dan mempunyai pandangan positif mengenai masa depan bangsa kita. Mereka itulah tumpuan harapan kita semua.

Sebagai bagian dari generasi yang akan meninggalkan pentas, saya bersyukur dan berbangga bahwa Indonesia ternyata memiliki generasi-generasi penerus yang peduli, berdedikasi dan handal, dan Insya Allah mereka menjadi generasi bangsa yang lebih baik lagi daripada generasi sekarang.

Dalam kunjungan saya ke daerah-daerah saya jumpai pula petugas-petugas kita dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi yang berdedikasi dan pantang menyerah pada keterbatasan dan hambatan di lapangan. Mereka adalah ujung tombak program-program Pemerintah yang akhirnya menentukan berhasil tidaknya program-program itu.

Saya menerima laporan dan sebagian saya melihat sendiri kiprah dari sejumlah perusahaan yang memberikan bantuan kepada masyarakat di sejumlah bidang. Ada yang melakukan operasi mata gratis, ada yang memberikan bantuan pada sekolah-sekolah, ada yang melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi usaha-usaha informal dan banyak lagi bentuknya.

Oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa semangat kesetiakawanan sosial hidup subur di kalangan masyarakat kita. Semangat itu sebenarnya adalah bagian dari nilai hidup bangsa kita sejak lama. Jumlah masyarakat kita yang mempunyai semangat kesetiakawanan sosial ini sangat banyak, jauh lebih banyak daripada unsur-unsur masyarakat kita yang berperilaku anti sosial, meskipun berita-berita yang kita baca dan kita tonton kadangkala memberi kesan yang sebaliknya.

Maka, pada Hari Peringatan Kesetiakawanan Sosial Nasional seperti hari ini, sudah sepatutnya kita semua memberikan salut dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penggiat sosial itu.

Saudara-Saudara,

Apa tugas Pemerintah? Pemerintah mempunyai tugas untuk memfasilitasi inisiatif dan kiprah masyarakat itu agar terus berkembang lebih luas lagi. Pemerintah bertugas untuk menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang mendorong mereka untuk bersinergi satu sama lain dan juga bersinergi dengan program-program pemerintah.

Pemerintah, dengan kewenangan dan kemampuannya, wajib juga melaksanakan program-program kesejahteraan rakyat yang lebih besar skalanya dan lebih luas jangkauannya, sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan oleh kelompok-kelompok masyarakat sendiri.

Masalah kesejahteraan sosial di tanah air harus ditangani dan dipecahkan bersama antara Pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu harus menjadi pegangan aparat pemerintah untuk memastikan bahwa program-program pemerintah tidak mematikan inisiatif-inisiatif masyarakat. Program-program Pemerintah harus dirumuskan dan dilaksanakan agar justru mendukung dan menyuburkan inisiatif-inisiatif tersebut.

Dialog dan komunikasi yang lancar dan substantif antara masyarakat dan pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci ke arah sinergi itu. Saya minta instansi-instansi Pemerintah yang mempunyai program-program kesejateraan rakyat dan pelayanan sosial,sejauh mungkin mengkoordinasikan dan bahkan mengikutsertakan langsung kelompok-kelompok masyarakat yang memang kredibel, bonafid untuk lebih memperluas jangkauan dan meningkatkan efektifitas program-program Pemerintah.

Demikianlah sambutan saya. Saya mengajak kita semua untuk menggunakan momentum Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional kali ini untuk ke depan benar-benar makin menyatukan langkah kita, pemerintah dan masyarakat, demi kesejahteraan rakyat kita yang lebih baik lagi.

Selamat berjuang, selamat mengabdi untuk bangsa.

Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr. wb.

Wakil Presiden RI
Boediono



Bookmark and Share

Kalender Arsip

« Februari 2012
MSSRKJS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829