Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
32.ruangmedia-pidato.png, 9,2kB

Sambutan Wakil Presiden RI Pada Acara Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri
Jawa Timur

Selasa, 21 Februari 2012


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama-tama saya ingin mengajak kita semua untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atas segala nikmat yang diberikan kepada kita, sehingga kita dapat hadir dan berkumpul pada acara Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional I Partai Persatuan Pembangunan dan Halaqoh Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan, di siang hari yang berbahagia ini.

Salawat dan salam kita persembahkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Salallahu ’Alaihi Wassalam, yang telah membimbing kita dari kegelapan kepada terang benderangnya iman Islam.

Hadirin peserta Mukernas yang berbahagia,

Saya merasa berbahagia karena hari ini saya dapat ikut serta menyaksikan diselenggarakannya Musyawarah Kerja Nasional I PPP ini, yang mengambil tema: Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera dan Mandiri.  Forum Mukernas I ini tentu sangat penting, karena  dalam forum ini akan dibahas program kerja dan program aksi partai beberapa waktu ke depan ini.

Masih jelas teringat di pikiran saya bahwa sekitar dua setengah tahun lalu saya berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo ini dan berkesempatan untuk bersilaturahim dengan para kyai disini dan sholat bersama beliau-beliau dan para santri.

Tidaklah salah bahwa Mukernas ini diadakan di Kediri, salah sebuah kota tertua di Nusantara dengan sejarahnya yang menarik. Kediri telah berdiri sebagai kerajaan mandiri sejak lebih dari seribu tahun yang lalu, sempat menjadi ibukota Majapahit. Ia kemudian berpindah tangan dari dominasi Singasari dan Majapahit yang Hindu, kemudian menjadi kawasan dibawah kerajaan Islam Demak. Inilah kota yang telah melewati berbagai intrik politik dalam sejarahnya, dan akhirnya menjadi  sebuah kawasan yang mengawinkan berbagai unsur agama dan budaya, seperti tampak dalam arsitektur Mesjid Setono Gedong yang mencerminkan semangat solidaritas dan kerukunan berbagai unsur penduduknya.

Para hadirin yang saya muliakan,

Akhir-akhir ini partai politik di tanah air mendapatkan sorotan tajam. Di tengah tingginya harapan publik terhadap penyelenggaraan negara yang efektif, efisien, bersih, transparan, dan berwibawa, hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan.

Partai politik sebagai pilar utama demokrasi dan salah satu sumber utama kepemimpinan bangsa,  wajar apabila ia dituntut untuk dapat menyiapkan dan menghasilkan kader-kader bangsa yang profesional, jujur, berintegritas tinggi dan berwawasan luas. Sorotan itu nampaknya menandakan bahwa harapan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

Partai politik sebagai pilar utama demokrasi, juga dituntut untuk dapat menciptakan kehidupan politik yang sehat melalui keteladanan dan pendidikan politik kepada masyarakat luas. Inipun nampaknya belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Menjawab tantangan-tantangan dan harapan seperti itu adalah pekerjaan rumah bagi partai-partai politik di tanah air.

Para hadirin yang saya muliakan,

Perkenankan saya lebih spesifik mengenai hal ini. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sebagai partai nasional yang membawa simbol agama Islam, kondisi ini tentu sangat menguntungkan perjuangan PPP. Namun di sisi lain ia membawa tanggung jawab yang tidak kecil bagi PPP.

Tanggungjawab itu adalah memberikan keteladanan sebagai pelopor akhlaqul karimah (akhlak yang mulia) seperti yang dicontohkan oleh perilaku mulia Nabi Besar Muhammad Salallahu ’Alaihi Wassalam.

Sebagai partai nasional, PPP juga diharapkan berkembang terus menjadi partai yang inklusif. Di Indonesia yang majemuk ini upaya untuk menjadi partai yang inklusif merupakan tantangan tersendiri.

Sementara itu, dengan makin meningkatnya taraf pendidikan rakyat dan berkembang pesatnya kelas menengah di negeri ini, konstituen menjadi makin rasional dan makin cerdas dalam menentukan pilihannya. Dalam kondisi seperti itu hanya partai politik yang benar-benar dapat menyerap aspirasi mereka yang akan survive dan berkembang dalam jangka panjang.

Sebagai partai yang berlambangkan agama Islam, PPP juga menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk menunaikan perannya dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa, utamanya kerukunan antar umat beragama dan kerukunan intra umat beragama. Tentu menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa bukan tugas PPP sendiri, tapi tugas kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia.

Ingat bahwa negara kita yang sangat majemuk ini hanya akan maju bila semua unsur-unsurnya menjaga persatuan dalam kebhinekaan, bila kita saling hormat-menghormati, dan menghargai perbedaan satu sama lain. Islam mengajarkan perlunya menghormati perbedaan karena perbedaan itu sendiri adalah rahmat Ilahi sedangkan kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT semata.

Saudara-saudara para Peserta Mukernas yang saya banggakan,

Demokrasi kita memang masih muda. Ia masih terus mencari bentuknya yang pas. Kita juga sadar bahwa pembangunan demokrasi adalah sebuah proses yang berkelanjutan tanpa titik akhir. Pembangunan demokrasi adalah proses terus menerus, tahap demi tahap menuju perbaikan.

PPP sebagai sebuah partai yang sudah banyak makan asam garam selama berpuluh tahun tentu diharapkan dapat berperan besar dalam proses tadi, yaitu menuju terciptanya demokrasi substansial di negeri ini.

Demokrasi substansial yang saya maksud adalah demokrasi yang berproses berdasarkan kaidah-kaidah demokrasi yang sehat dan sekaligus dapat mewujudkan hasil dalam bentuk manfaat nyata bagi rakyat.

Saudara-saudara,

Wawasan, prinsip, idealisme, merupakan unsur penting bagi eksistensi setiap organisasi, termasuk partai politik. Partai politik seyogyanya tidak selalu terkungkung oleh paradigma atau cara berpikir menang kalah, tetapi lebih mengedepankan sikap menarik garis yang tegas antara kebenaran dan kebatilan. Dalam jangka panjang kebenaran selalu unggul. Konsistensi dalam bersikap membela kebenaran dan menjauhi kebatilan, seperti diamanatkan oleh ajaran Islam, pada akhirnya akan menciptakan sebuah partai yang kuat dan didukung luas oleh rakyat.

Kritik tajam masyarakat terhadap kinerja partai-partai politik belakangan ini, baik karena perilaku beberapa kader partai yang tidak amanah, maupun karena kinerja lembaga perwakilan yang belum optimal, tidak perlu membuat kita berkecil hati.  Kita harus menjadikannya cambuk untuk semakin memperbaiki diri.

Demokrasi kita harus terus kita konsolidasikan. Dan partai politik adalah pilar utama demokrasi. Oleh sebab itu menjadi tugas kita semua, seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama mengembangkan sistem kepartaian di tanah air yang sehat, solid dan berfungsi efektif.

Para hadirin yang saya muliakan,

Apapun kekurangan-kekurangan yang masih ada, upaya kita kita membangun demokrasi di negeri ini sebenarnya sudah memberikan hasil. Upaya dan jerih payah kita telah memberikan hasil-hasil nyata yang patut kita syukuri dan bahkan kita banggakan.

Perkenankan saya menyebut satu fakta. Ketika gejolak sosial-politik melanda negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara, banyak pihak yang menoleh ke Indonesia sebagai salah satu model yang dapat dijadikan acuan.  Indonesia dinilai dunia luar cukup berhasil dalam mensinergikan Islam, Demokrasi dan Kehidupan Modern. Indonesia dapat dan perlu memanfaatkan momentum ini untuk semakin meningkatkan citra dan kiprah kita dalam pergaulan antar-bangsa. Tetapi barangkali yang lebih penting lagi pengakuan tersebut seharusnya memperkuat percaya diri kita sebagai bangsa untuk melangkah ke depan.  

Para hadirin yang saya muliakan,

Perkenankan saya menyitir satu fakta lagi. Dalam situasi dunia yang penuh gejolak ini, ekonomi Indonesia diakui dapat melaju dengan cukup baik. Ini adalah karunia Allah SWT yang harus kita syukuri. Cara mensyukurinya bukan dengan berdebat mencari kredit untuk masing-masing atau dengan mendiskreditkan satu sama lain, tetapi dengan memperkuat rasa percaya diri dan kebersamaan kita sebagai bangsa. Kita harus menggunakan waktu yang diberikan ini untuk menata terus ekonomi kita, memperkuat sendi-sendi yang masih lemah, dan itu semua kita lakukan bersama-sama sebagai suatu bangsa. Dengan begitu, apabila ada badai yang melanda kita, kita sudah lebih siap, lebih tahan.

Para Peserta Mukernas, Hadirin dan para Undangan yang saya Hormati,

Demikianlah sambutan saya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaniraahim, saya nyatakan Musyawarah Kerja Nasional I Partai Persatuan Pembangunan Tahun 2012 dan Halaqoh Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan secara resmi dibuka.

Selamat bermusyawarah, semoga berjalan sukses dan lancar, serta mendapat ridha dan bimbingan dari Allah SWT.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Wakil Presiden Republik Indonesia
Boediono



Bookmark and Share