Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
32.ruangmedia-pidato.png, 9,2kB

Sambutan Wakil Presiden RI Pada Acara Pembukaan Festival Internasional Pemuda Dan Olahraga Bahari (FIPOB) Ke-6 Tahun 2011

Di Pantai Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat

11 Juli 2011

Asalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Pertama-tama saya ingin mengungkapkan rasa bahagia saya karena dapat hadir bersama Saudara-saudara seluruh kontingen dan para partisipan pada Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari (FIPOB) KE-6 di pantai Mandalika, Nusa Tenggara Barat ini.

Saya memandang penyelenggaraan kegiatan ini sangat strategis. Ada tiga hal yang menjadi perhatian saya. Pertama, FIPOB adalah kegiatan multi-event yang menempatkan pemuda sebagai aktor utama. FIPOB tidak sekadar dilaksanakan untuk menginspirasi dan menumbuhkan kecintaan pada tanah air di kalangan pemuda, melainkan juga memberikan ruang yang luas pada pemuda untuk mengekspresikan, mengaktualisasikan karya kreatif, dan visi pemuda sebagai kader pemimpin bangsa. Selain itu, FIPOB memberikan akses kepada pemuda untuk memperluas dan memperkuat kemitraan dengan pemuda dari mancanegara.

Kedua, melalui FIPOB, ada ajakan yang kuat untuk menggelorakan semangat dan budaya cinta bahari. Hal ini sejalan dengan paradigma pembangunan Indonesia yang harus berorientasi pada laut. Indonesia memang negara unik, karena luas wilayah negara kita terdiri atas perairan sebanyak 75 persen, dan daratan hanya 25 persen. Fakta lain adalah panjang garis pantai Indonesia mencapai 54 ribu kilometer, sedangkan keliling bumi hanya 40 ribu kilometer. Profesor B.J. Habibie menyebut Indonesia sebagai benua maritim terbesar di dunia.

Ketiga, FIPOB VI tahun 2011 diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu daerah kepulauan di Indonesia yang tidak saja dikenal karena alamnya yang elok, tetapi juga memiliki potensi bahari yang luar biasa besar. FIPOB 2011 diharapkan dapat menjadi momentum positif untuk mendukung Pemerintah Daerah dan Masyarakat NTB dalam menyongsong Visit Lombok Sumbawa 2012, sesuai dengan visi ”NTB Bersaing”. FIPOB memang bagian dari promosi wisata daerah ke kancah internasional.

Kegiatan FIPOB tidak terlepas dari Hari Nusantara yang kita peringati setiap tanggal 13 Desember. Hari Nusantara mengingatkan kita terhadap konsep Wawasan Nusantara. Melalui peringatan Hari Nusantara, kita meneguhkan sekali lagi tekad bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan, meskipun secara geografis negara kita terdiri atas lebih dari 17.000 pulau. Menggunakan ungkapan yang terkenal pada masa Revolusi Perancis dulu, negara kita adalah “one republic, indivisible”.

Para hadirin yang saya muliakan,

Republik Indonesia mempunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antar-pulau. Wilayah laut Indonesia bukan hanya di sekitar pulau-pulau, tetapi mencakup sejauh duabelas mil dari pantai. Wilayah kita adalah satu kesatuan yang utuh dari Sabang sampai Merauke. Bagi kita, laut bukanlah pemisah wilayah. perairan antar-pulau justru menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku yang mendiami ribuan pulau besar dan kecil di Nusantara.

Pada kesempatan ini, saya tidak bosan-bosan mengajak Saudara-saudara sekalian, khususnya generasi muda dan seluruh warga bangsa Indonesia, untuk melakukan perenungan mengenai kekayaan laut kita. Di satu sisi, kita memiliki wilayah laut yang sangat luas. Namun, sumberdaya laut yang begitu hebat itu belum kita berdayakan secara optimal untuk kemakmuran seluruh bangsa.

Padahal, kita adalah keturunan dari bangsa pelaut yang cinta laut, bahkan berani mengarungi lautan serta pandai memanfaatkannya sebagai sumber kehidupan. Banyak catatan sejarah menunjukkan, nenek moyang kita sejak dulu sudah menjelajah samudera hingga ke benua-benua lain.

Para hadirin yang saya muliakan,

Budaya bahari ini perlu kita tanamkan kembali. Anak-anak kita, generasi muda, harus semakin kita dorong untuk mencintai laut. Sudah pasti, kita tidak boleh berhenti hanya sebatas slogan. Mari kita isi dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Seperti terekam dalam tema FIPOB kali ini: ”Pemuda Berprestasi Bahari Lestari”, saya mengajak untuk tidak sekadar memaknai sebatas ajang mengukir prestasi pemuda dan olahraga di bidang bahari, tetapi sekaligus ajang untuk mempromosikan potensi kebaharian Indonesia kepada dunia internasional. Marilah kita cintai dan pelihara laut kita, sehingga anak-cucu kita juga dapat menikmati dan memanfaatkannya secara lestari.

Sebagai aktor utama FIPOB, pemuda harus pula memahami bahwa budaya cinta bahari mengandung implikasi dan dapat diiimplementasikan secara luas. Satu contoh, jika pemerintah saat ini mengembangkan paradigma pembangunan ekonomi berbasis kelautan, hal itu tidaklah semata hanya untuk kepentingan menyatukan ekonomi nasional, tetapi juga harus dapat memberikan wadah untuk mengentaskan kemiskinan. Kantong-kantong kemiskinan tidak hanya terdapat di daratan. Banyak sekali komunitas nelayan yang tersebar di seluruh Tanah Air yang masih miskin.

Kehidupan para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat di kawasan pesisir umumnya masih memprihatinkan. Padahal potensi sumberdaya alam laut kita sungguh luar biasa. Dari perikanan, rumput laut, garam, maupun berbagai bahan hayati laut yang bisa menjadi bahan baku industri farmasi seperti ubur-ubur, karang lunak, hingga berbagai jenis ganggang mikro. Ini semua bisa menjadi sumber penghidupan yang layak bagi penduduk di kawasan pesisir.

Melalui FIPOB, generasi muda juga harus belajar tentang bagaimana menjaga dengan baik wilayah laut kita. Kepemilikan yurisdiksi resmi atas pulau-pulau terluar harus diikuti dengan upaya kontrol efektif atas wilayah tersebut. Kita tidak boleh lengah. Kerja sama antara aparat TNI dan pemerintah daerah harus terus berjalan baik untuk menjaga keutuhan wilayah dan keamanan perbatasan. Kuncinya, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, TNI, dunia usaha, masyarakat, kita semua memiliki tugas bersama untuk memberikan perhatian yang lebih besar dan melakukan koordinasi yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah pesisir dan perbatasan.

Akhirnya dengan mengucapkan “Bismillahirohmanirrohim”, acara FESTIVAL INTERNASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA BAHARI (FIPOB) KE-6 TAHUN 2011 secara resmi Saya buka. Salam bahari…!

Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Wakil Presiden RI
Boediono



Bookmark and Share