Tuesday, 17 October 2017
Industri Mobil Listrik dan Hybrid Terus Di Dorong
11/08/2017 |

Jakarta, wapresri.go.id - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah mendorong industri kendaraan yang ramah lingkungan walaupun pengembangan industri mobil listrik dan hybrid merupakan suatu tantangan yang harus di jalankan.

Hal itu ia sampaikan saat meresmikan Pembukaan The 12th GAIKINDO International Automotive Conference "Rise of the Future Mobility" di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Tangerang Selatan, Jum'at 11/8.

“Karena itulah pengembangan mobil listrik, mobil hybrid itu merupakan suatu tantangan dan juga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Untuk mewujudkannya Wapres menuturkan Pemerintah akan memberikan kemudahan dan fasilitas seperti regulasi dan infrastrukturnya.

“Bagi Indonesia ini tentu inilah kebijakan pemerintah karena akan memberikan kemudahan dan tentu seperti disampaikan tadi oleh menteri perindustrian bahwa pemerintah aturan-aturan yang baik untuk mobil listrik. Tentu dibutuhkan lagi penyediaan tenaga. Jangan khawatir juga tiap lima tahun pemerintah setidak-tidaknya akan membangun 35 ribu megawatt,” terangnya.

Lebih jauh Wapres mengatakan bahwa industri di bidang kendaraan di banyak negara sangat menentukan dan mempunyai multi player yang sangat luar biasa. “Apabila industri mobil berkembang maka sekian ratus industri lainnya juga ikut berkembang dan seperti dikatakan tadi jutaan orang bisa bekerja,” terangnya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melaporkan telah membuka pameran world class auto show series GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 . Dengan tema “Rise of the Future Mobility" pada tanggal 10 Augstus 2017.

“Kemarin telah dibuka beberapa hal yg menjadi catatan adalah yg pertama industri. Ini sudah net exporter dengan di targetkan memproduksi 200 000 utuk pasar ekspor.

Airlangga menambahkan, kementerian perindustrian telah memperbaiki regulasi tentang struktur industri otomotif.

“Dalam regulasi ini kami akan mengharmonisasikan sehingga potensi daripada ekspor kendaraan sedan akan meningkat karena permintaan sedan di dunia internasional lebih besar,” ucapnya.

Sementara Yohanes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO dalam sambutannya melaporkan konferensi tahun ini kembali digelar bersamaan dengan penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2017 berlangsung dari tanggal 10 hingga 20 Agustus 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Tanggerang.

“Konferensi yang mengangkat tema Rise of the Future Mobility berusaha untuk mengeksplorasi faktor-faktor kunci keberhasilan industri otomotif Indonesia, yang diharapkan dapat membuat industri automotif Indonesia lebih kompetitif dan membawa kontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional,” ucapnya.

Dalam perkembangan industrinya Nangoi mengakui ketersediaan energi menjadi tantangannya.

“Saat ini salah satu tantangan terbesar yang berpotensi berdampak pada industri automotif adalah upaya mempertahankan ketersediaan energi berkelanjutan karena konsumsi energi yang tinggi dan perubahan iklim akibat polusi, emisi yang sangat tinggi,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan GIIAS 2017 menjadi sebuah bentuk kontribusi GAIKINDO yang terus fokus untuk membangun dan membesarkan industri automotif Indonesia menuju masa depan. Sekaligus menjadi tempat berbagi product knowledge dari produk dan teknologi terbaru yang dipamerkan selama masa pameran.

“Tujuan utama digelarnya pameran GIIAS 2017 adalah untuk menghadirkan produk & teknologi baru yang telah diterapkan di industri automotif dunia sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan industri automotif Indonesia masa kini. Tahun ini sejumlah APM mempercayakan Indonesia sebagai negara untuk peluncuran perdana kendaraan terbaru mereka melalui gelaran GIIAS 2017. Kami dengan bangga mengumumkan bahwa GIIAS 2017 merupakan pameran automotif yang menjadi pilihan para APM untuk meluncurkan kendaraan perdana di dunia dari kategori commercial, passengers dan concept cars.”

Hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Mantan Menteri Perdagangan M Lutfi.

Turut mendampingi Wapres dalam acara Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi. (KIP-Setwapres)

Sidang Umum PBB di Amerika Serikat