Rabu, 1 Maret 2017
Pidato Kunci Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Forum Pertemuan Donor Dan Investor Tentang Konservasi Lahan Gambut Indonesia New York, 21 September 2016
21/09/2016|

Yang Mulia Menteri Vidar Helgesen,

Para Peserta,

Hadirin yang saya hormati,

Saya ingin menyampaikan sambutan hangat bagi anda semua. Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada World Economic Forum dan pemangku kepentingan lainnya atas dukungan terhadap acara ini.

Di tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran hutan paling parah sejak tahun 1997. Hal ini merupakan permasalahan rumit yang tidak hanya terjadi di Indonesia. Fenomena global termasuk perubahan pola cuaca merupakan faktor yang memperburuk kebakaran hutan.

Karakteristik khusus lahan gambut memperparah kebakaran hutan di  Indonesia. Indonesia memiliki lahan gambut yang lebih luas dibandingkan negara manapun di dunia. Lahan gambut kami adalah sumber bahan bakar yang sangat padat. Sehingga, api tidak hanya membakar tanaman yang ada di permukaan, namun juga lapisan gambut di bawahnya. Hal ini membuat kebakaran lahan gambut secara alami sulit dihentikan.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian,

Pemerintah Indonesia telah menangani kebakaran hutan yang lalu dengan cepat dan berani. Kami telah membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memulihkan dua juta hektar lahan gambut yang rusak selama lima tahun ini.

Saya meyakini pencegahan emisi CO2 dari kebakaran lahan gambut akan menghasilkan udara segar bagi dunia dan tentu akan menyelamatkan milyaran dollar akibat kerugian ekonomi dan bantuan bencana.

Inilah tujuan side event: agar kita memiliki keyakinan bersama bahwa konservasi lahan gambut yang ambisius, baik dalam proteksi maupun restorasi, sangatlah penting. Kami mengundang Anda untuk turut berkolaborasi dalam upaya mencapai visi ini.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian,

Saat ini, Indonesia tengah mempersiapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk perlindungan jutaan hektar lahan gambut:

  1. Pemerintah Indonesia tengah merencanakan untuk menyisihkan lebih dari satu juta hektar lahan gambut utuh di daerah yang semula direncanakan untuk pembangunan. Hal ini akan berdampak besar, mencegah 100 megaton emisi CO2 di tahun yang normal dan lebih banyak lagi di tahun dengan kebakaran hutan yang parah.
  2. Usaha ini dapat diperluas dengan perlindungan secara permanen terhadap tambahan 4,3 juta hektar lahan gambut yang telah disisihkan secara temporer melalui program moratorium tahun 2015.

Pengelolaan lahan gambut agar terbebas dari kebakaran merupakan prioritas utama Pemerintah Indonesia. Kami memiliki visi bahwa lahan gambut harus menyediakan udara dan air bersih serta meningkatkan kesejahteraan bagi komunitas lokal dan global.

Setiap lahan yang kami restorasi akan semakin mendekatkan pada kemarau yang bebas dari kebakaran. Secara bertahap, kami dapat mengatasi kabut asap, memastikan komunitas yang sehat dan sejahtera, serta mengurangi emisi secara drastis.

Saya meyakini bahwa kemitraan antara sektor publik dan swasta tidak dapat dihindari dan akan menjadikan upaya kami dalam konservasi lahan gambut lebih efektif. Sektor swasta memiliki potensi yang sangat besar untuk terlibat dalam upaya ini karena kapasitas finansial dan teknis yang dimilikinya.

Dalam hal ini, saya mendorong kita semua untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, tidak hanya tentang keuntungan ekonomi dari lahan gambut Indonesia tetapi yang terpenting menjamin bumi yang sehat bagi generasi sekarang dan selanjutnya.

Terima kasih.

VIDEO TERKINI
Malam Puncak Milad Istiqlal ke-39