Minggu, 22 Januari 2017
Sejarah Istana Wakil Presiden

wapres

Istana Wakil Presiden Kompleks Istana Wakil Presiden letaknya terpisah dari kompleks Istana Negara dan Istana Merdeka. Istana Wakil Presiden memiliki dua pintu masuk dari jalan yang berbeda, yaitu Jalan Kebon Sirih dan Jalan Merdeka Selatan.


 Sejarah Singkat

Perkembangan keberadaan Istana Wakil Presiden dan Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia melekat pada keberadaan Pejabat Wakil Presiden Republik Indonesia, sejak detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, beserta pasang surutnya sejarah hingga saat ini.

Sejarah perjalanan Lembaga Wakil Presiden Republik Indonesia dimulai sejak Drs. Moh. Hatta menjadi Wakil Presiden pertama tahun 1945. Istana Wakil Presiden Republik Indonesia pada waktu itu berkedudukan di Yogyakarta di depan Gedung Agung, begitu pula Kantor Sekretariat Wakil Presiden. Pada waktu itu Drs. Moh. Hatta dibantu oleh seorang Kepala Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu I Wangsa Widjaya.

Setelah penyerahan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949, Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia pindah ke Jakarta di Jalan Merdeka Selatan (bekas rumah Jenderal Spoor). Namun gedung tersebut sekarang sudah tidak ada lagi, dan lokasinya telah menjadi Kantor Pusat Garuda Indonesia.

Istana Wakil Presiden pada waktu Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia yang kedua (1973-1978) berkantor di Jalan Merdeka Selatan No. 6 kantor ini merupakan kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada saat itu, sekaligus sebagai Istana Wakil Presiden Republik Indonesia dan juga sebagai Kantor Sekretariat Wakil Presiden.

Sekretaris Wakil Presiden RI dijabat oleh Prof. Dr. Selo Soemardjan seorang sosiolog, merangkap Sekretaris Pribadi Sri Sultan Hamengkubuwono IX sejak tahun 1942. Kondisi Kantor Sekretariat Wakil Presiden waktu itu belum sebesar sekarang. Area Istana Wakil Presiden dan Kantor Sekretariat Wakil Presiden yang berada dalam satu lokasi di Jalan Merdeka Selatan No. 6, saat itu belum tembus ke jalan Kebon Sirih, karena Gedung di Jalan Kebon Sirih No. 14 ditempati kantor Instansi Pemerintah yang lain, yaitu Gedung Pengadilan Militer.

Wakil Presiden yang ketiga adalah Adam Malik mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dan terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia saat menjabat Ketua DPR/MPR. Adam Malik menunjuk Ali Alatas, S.H., sebagai Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia. Ali Alatas adalah seorang diplomat karier yang waktu itu sedang memangku jabatan sebagai Kepala Perwakilan/Perutusan Tetap Republik Indonesia di PBB, dengan gelar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh berkedudukan di Jenewa Swiss.


Bagian-Bagian Istana

Pada masa Adam Malik menjabat sebagai Wakil Presiden, dibangun gedung baru di Jalan Kebon Sirih No. 14. Gedung tersebut sekarang dikenal sebagai kantor Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Wakil Presiden yang berhubungan dengan Auditorium Istana Wakil Presiden. Dengan keadaan dan kondisi yang semakin baik, maka Kantor Sekretariat Wakil Presiden semakin bertambah kegiatannya. Saat ini Istana Wakil Presiden mempunyai dua pintu masuk, selain Jalan Merdeka Selatan No.6 juga Jalan Kebon Sirih No. 14.