Kereta Api di Kalimantan

Rapat tentang Kereta Api di Kalimantan

Kantor Wakil Presiden.
Pembahasan tentang kereta api di Pulau Kalimantan sudah berlangsung selama belasan tahun, tapi hingga kini belum teralisasi. Berbagai investor mulai dari Rusia, Korea Selatan, Dubai hingga Tiongkok telah mengajukan penawaran, tapi belum dapat juga terwujud. Untuk itulah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat tentang pembangunan jalur kereta api di Kantor Wakil Presiden, Jumat 12 Juni 2015.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal.

Wapres menyampaikan bahwa pemerintah akan menghubungkan semua provinsi di Kalimantan melalui rel kereta api. Untuk saat ini, semua pemerintah provinsi di Kalimantan dapat membangun jalur kereta di dalam masing provinsi. Masing-masing provinsi, kata Wapres, mempunyai perencanaan menghubungkan provinsi ke koridor trace nasionalnya. “Karena itu tadi Kalteng, Kaltim, dan Kalsel sepakat memasukkan rencana ini dalam program daerah,” ucap Wapres.

Tetapi tentunya semua provinsi itu harus memenuhi persyaratan yang diperlukan, terutama telah memenuhi analisa dampak lingkungan hidup (amdal). Dari ketiga provinsi itu, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tampaknya merupakan provinsi paling siap untuk membangun rel kereta api di daerahnya.

Usai rapat, Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa rapat membahas mengenai program pembangunan kereta api umum yang diinisiasi oleh pihak swasta. Di Kalteng misalnya, sudah dimulai pembahasan, bahkan hanya tinggal beberapa permohonan surat dari pemerintah yang harus dipenuhi. “Yakni dari Kementerian Keuangan kalau dapat didukung pembangunan kereta api ini dapat segera berjalan,” ujar Jonan.

Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang menjelaskan bahwa Pemerintah Kalteng mengusulkan satu trayek rel kereta sepanjang 480 km, dan semua proses sudah selesai. Setelah surat-surat yang dibutuhkan dari pemerintah dipenuhi, maka tidak berapa lagi sudah dapat dilakukan groundbreaking.

Anggaran yang diperlukan, lanjut Narang, sekitar USD 5 Miliar dan murni swasta, yaitu konsorsium China Rail Way dengan salah satu perusahaan, PT Multi Mega Guna Ganda Semesta. “Pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu 3,5 tahun,” ucap Narang.

****