Keidanren

Menerima Ketua Keidanren

Istana Wakil Presiden. Dengan jumlah penduduk 250 juta penduduk, Indonesia merupakan pasar yang luas untuk industri. Dan pada akhir tahun ini, pasar itu menjadi lebih luas dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika investor memilih Indonesia sebagai tempat investasi maka investor itu tidak hanya menguasai pasar dalam negeri Indonesia, tetapi juga menguasai pasar ASEAN. Pernyataan ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika menerima kunjungan delegasi Keidanren di Istana Wakil Presiden, Rabu 8 April 2015.

Kehadiran Keidanren di Jakarta untuk merealisasikan peningkatan investasi dari Jepang dan memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara. “Indonesia adalah negara mitra terpecaya. Kami, dunia usaha Jepang akan berkontribusi di bidang infrastruktur, keuangan dan peningkatkan sumber daya manusia,” ujar Ketua Keindanren Sadayuki Sakakibara.

Sakakibara mengatakan bahwa dunia usaha jepang ingin melibatkan diri secara aktif dalam kerjasama kedua negara, terutama kerjasama yang telah disepakati Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beberapa waktu yang lalu. “Hari ini kami datang bersama pimpinan perusahan terkemuka Jepang, kita dapat bertukar pikiran untuk mningkatkan dan memajukan ekonomi di Indonesia,” kata Sakakibara. Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 18 pimpinan perusahaan Jepang hadir dalam pertemuan ini.

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan bahwa Jakarta tentunya bukan lagi kota yang asing bagi delegasi Keidanren, karena hubungan Indonesia dan Jepang sudah terjalin lama dan sangat baik. Wapres juga menyampaikan terimakasih atas pertemuan di Tokyo di bulan Maret lalu. “Kita berdisukusi bagaimana memajukan kerjasama Indonesia dan Jepang,” kata Wapres.

Wapres menyadari bahwa dengan jumlah penduduk yang besar, maka untuk membuka lapangan kerja yagn besar tidak dapat hanya bergantung pada sektor pertanian, tetapi harus membangun industri. “Jepang mempunyai teknologi dan skill yang baik untuk industri. Untuk itu, kita dapat bekerjasama membangun industri tidak hanya di sekitar Jakarta, tapi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera dan Indonesia bagian Timur untuk membuka lapangan kerja,” kata Wapres.

Pemerintah juga bertekad akan memperlancar efisiensi ekonomi di Indonesia, termasuk sektor perdagangan, angkutan laut dan membangun pelabuhan. “Sehingga efisiensi industri dan perdangan akan lebih baik di masa mendatang,” ucap Wapres.

Salah satu anggota Keidanren yang juga Wakil Chairman Toyota Takeshi Uchiyamada mengatakan
Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi investor dan telah menjadi basis industri Toyota. “Kami telah mengembangkan bisnis lebih dari 40 tahun berkat dukungan dari Pemerintah Indonesia,” ujar Uchiyamada.

Uchiyamada menyampaikan bahwa Toyota telah memperluas pasar dengan mengembangkan lahannya hingga 200 hektar. “Indoensia sebagai basis produksi dan ekspor bagi kami. Dan bertekad untuk terus meningkatkan kandungan lokal dari produksi kami,” ucap Uchiyamada.

Wapres menyampaikan apresiasinya atas investasi yang telah dilakukan selama ini. Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa mobil yang diproduksi di Indonesia akan lebih efisien dan dapat bersaing dengan negara lain di dunia. “Kami juga memperbaiki sistem logistik dan distribusi di Jawa Barat,” ucap Wapres.

Pemerintah, kata Wapres, akan membangun pelabuhan besar yang semula akan dibangun di Karawang. Tapi karena di depan pelabuhan itu terdapat industri minyak dan gas, maka pelabuhan itu akan digeser ke sebelah timur. “Sehingga indutri di daerah itu ke depan dapat dengan cepat mengirim dan lebih efisien,” ujar Wapres.

Turut hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan ini, Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra, tim ahli Wapres Sofjan Wanandi dan Shinta Kamdani. Tampak pula Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki.

****