Jakarta. Permasalahan kerusakan lingkungan menjadi isu utama semua orang, sehingga upaya perbaikannya dinilai merupakan kepentingaan bersama. “Kerusakan masalah lingkungan adalah masalah kita semua,” ujar Wapres Jusuf Kalla saat memberikan sambutan pada Malam Penganugerahan Lingkungan Proper 2014 di Manggala Wana Bhakti, Selasa Malam, 2 November 2014.

Wapres mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada perusahaan yang telah mematuhi sekaligus memberikan dedikasi kepada perbaikan kualitas lingkungan sekitarnya. Selanjutnya menurut Wapres, di saat setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam berbagai hal seperti politik dan ekonomi, namun dalam bidang lingkungan hidup, semua kalangan akan memiliki pemahaman yang sama mengenai upaya pelestarian lingkungan. “Dunia akan bersatu dalam menghadapi isu lingkungan,” ucap Wapres.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wapres mengajak semua pihak, terutama sektor industri untuk terus memperbaiki dan melanjutkan dalam usahanya melestarikan lingkungan. “Apabila lingkungan baik, maka karyawan akan lebih baik dan sehat,” pesan Wapres.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya melaporkan pelaksanaan evaluasi PROPER yang dilaksanakan kementeriannya terhadap 1900 perusahaan selama 2014, mengalami peningkatan 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengawasan lingkungan pada perusahaan ini bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Perusahaan diwajibkan untuk melaporkan usahanya dalam perlindungan lingkugan dan keanekaragaman hayati, juga diukur tingkat inovasinya. Ke depan, lanjut Siti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus memberikan pembinaan bagi perusahaan yang tidak taat dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Pada kesempatan tersebut, Wapres menyerahkan penghargaaan kepada 9 perusahaan dengan peringkat emas yang telah berprestasi dan memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kualitas lingkungan hidup. Kesembilan perusahaan tersebut, antara lain adalah Adaro Indonesia, Badak NGL, Chevron Geothermal Indonesia Unit Panas Bumi Darajat, Chevron Geothermal Salak, Erna Djuliawati (Lyman Group), Holcim Indonesia, Indocement Tunggal Prakasa, Medco E&P Indonesia, Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang. Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyerahkan penghargaan kepada 121 perusahaan dengan peringkat hijau.(Taufik Abdullah)

****