Makassar, wapresri.go.id – Selesai meresmikan Microfinance Center Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10, Tamalanrea Indah, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla saat itu juga langsung beranjak ke Kampus Fakultas Teknik UNHAS, di Jl, Malino KM4-5, Kabupaten Gowa, untuk melakukan hal yang sama pada siang hingga sore di hari yang sama.

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan bahwa Fakultas Teknik UNHAS mengalami 3 kali pindah yaitu di Baraya, Tamalanrea dan Gowa.

“Di Indonesia, Saya kira tidak ada Fakultas yang pindah kampus sampai tiga kali, ekonomi dua Kali.” ucapnya diiringi tawa hadirin.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan awal kemajuan suatu bangsa dimulai dari pendidikan dan riset, khususnya teknologi.  Karena itulah Ia bersama tim lainnya membangun fakultas teknik atau institute terbesar dan termoderen di Indonesia ini untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia kedepannya.

“Kita tidak  mau jadi museum (Kampus). Dulu sebagian laboratoriumnya analog, sekarang digital semua,” ujarnya.

Karena menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sedemikian cepat, bahkan perubahan itu dapat dipekirakan tiap 18 bulan atau 1,5 tahun sekali dan pada setiap  penemuan baru itu, lanjutnya, meski memberikan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

“Hanya dengan cara itu, bangsa dapat maju, kita punya sumberdaya, tetapi teknologinya dari luar. Tanpa digital (teknologi) kita tidak dapat bersaing dan tidak bisa mengambil manfaat. Kita cuma jadi konsumen teknologi,” ujar Wapres.

Pada kesempatan itu, Waprespun membeberkan kronologis pembangunan kampus Fakultas Teknik Unhas mulai dari latar belakang teknis pemindahan kampus hingga disain bangunan yang melibatkan arsitek dalam dan luar negeri untuk mendapatkan kesan futuristick dan modern. Dibuat demikian, kata Wapres untuk memotivasi mahasiswa dan dosennya sehingga menghasilkan insiyur-insiyur yang mampu membuat atau menciptakan teknologi  baru.

“Dibutuhkan keberanian mahasiswa yang terjun ke laboratorium. kita ingin kampus ini menghasilkan engineer yang menghasilkan dan membuat paten, baru anda boleh dibilang fakultasnya hebat,” ucapnya.

Di hadapan civitas akademika dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Wapres tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Jepang yang telah memberikan bantuan dan bimbingan baik secara financial dan teknis.

“Membangun fisik dan sumber daya. Tadi digambarkan oleh Rektor hampir 100 Doktor mengelola, kampus ini terbesar di Indonesia baik sarana maupun perangkatnya,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya Wapres berharap kampus yang dibangun diatas lahan 50 Hektar dengan biaya tidak sedikit, maka sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab pengelola untuk fakus dan serius mengembangkannya sehingga menjadi kampus andalan kemajuan bangsa.

“Karena andalah yang diberikan dana paling besar dibanding fakultas hukum di UNHAS, malah di universitas. lain. berarti anda punya tanggung jawab besar untuk kemajuan itu,” pungkasnya. (RN KIP Setwapres).