Jakarta, wapresri.go.id – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Rabu malam (19/06/2024) menghadiri acara Syukuran Milad ke-62 Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Pada acara yang juga digelar untuk merayakan ulang tahun dua sahabat baik CT, yakni Nasaruddin Umar dan Mohammad Nuh ini, Wapres mendoakan ketiga tokoh tersebut agar terus dapat mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Mudah-mudahan beliau-beliau ini, terutama Pak Chairul, panjang umur, sukses terus, diberkati usahanya [agar] selalu maju, dan bisa lebih banyak lagi berkiprah untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara,” doa Wapres.

Lebih lanjut, pada acara bertajuk “Milad 3 Sahabat Senantiasa Bersyukur” ini, Wapres menyampaikan pentingnya memiliki rasa syukur atas apa yang telah diraih dalam hidup selama ini. Menurutnya, orang yang tidak pandai bersyukur (kufur nikmat) akan mendapatkan murka dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Memang Allah mengatakan, kalau kamu bersyukur, kami tambah lagi (nikmat kepadamu). Tetapi kalau kamu kufur, maka sesungguhnya adzabku sangat pedih,” tuturnya.

Kemudian, Wapres pun mencontohkan nasib dua orang dalam Al-Qur’an yang diuji dengan kelebihan harta dan jabatan yakni Nabi Sulaiman dan Qarun. Nabi Sulaiman digambarkan sebagai orang yang pandai bersyukur sehingga terus ditambah nikmatnya. Sedangkan Qarun senantiasa kufur nikmat sehingga diazab dengan ditenggelamkan dalam tanah bersama harta bendanya.

“Nabi Sulaiman ketika mendapatkan nikmat yang banyak, beliau mengatakan, ini anugerah Tuhan untuk menguji saya, apakah saya bisa bersyukur atau tidak bisa bersyukur. Artinya bersyukur itu mengakui bahwa nikmat yang didapat adalah datangnya dari yang pemberi,” urai Wapres.

“Beda dengan Qarun. Qarun mengatakan, saya bisa begini ini karena ilmu saya, karena kepandaian saya, karena kehebatan saya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Wapres mengingatkan bahwa segala kesenangan dan kenikmatan yang diperoleh di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat kelak. Untuk itu, segala kesenangan dan kenikmatan tersebut, misalnya berupa harta benda, selain harus disyukuri juga harus dimanfaatkan di jalan yang benar.

“Segala kekayaan, segala kesenangan, segala kenikmatan, segala apa yang kita peroleh akan ditanya oleh Allah nanti. Ditanya, dipertanggungjawabkan semuanya. Nah itulah, karena itu kita syukuri semua ini. Allah meminta kita supaya membuat pernyataan,” ujar Wapres.

Adapun pernyataan yang dimaksud Wapres adalah pengakuan diri sebagai manusia untuk mengabdi kepada Allah. Tidak hanya pengabdian dalam arti ibadah, tapi juga segala sesuatu yang dilakukan oleh umat manusia, yang diridhai Allah, termasuk di antaranya mengabdi kepada bangsa dan negara. Sebab katanya, pengabdian tersebut merupakan bagian daripada ibadah.

“Segala hal yang kita kerjakan, yang diridai oleh Allah dalam pengabdian kita termasuk kepada bangsa, kepada negara, itu ibadah. Tapi hanya niat kita karena Allah saja,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini di antaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kala serta Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, mulai dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, hingga Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi.

Selain itu, turut hadir pula Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST. Burhanuddin, Hatta Rajasa, dan sejumlah tokoh negara lainnya. (EP/RJP-BPMI Setwapres).