Makassar, wapresri.go.id – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menuturkan bahwa peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron secara signifikan saat ini terjadi di wilayah Jabodetabek. Namun demikian, Wapres meminta daerah lain tetap harus waspada karena penularan Omicron sudah terjadi melalui transmisi lokal.

“Wilayah yang menjadi daerah peperangannya ini dimulai dari DKI Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek,” tutur Wapres saat memimpin Rapat Sosialisasi Mall Pelayanan Publik dan Pemberdayaan UMKM di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumoharjo No. 269, Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/01/2022).

Untuk itu, tak bosan-bosan ia mengingatkan agar daerah lain juga harus mengantisipasi peningkatan kasus Omicron di wilayahnya.

“Daerah lain juga harus bersiap-siap. Sebab sekarang bukan saja penularan itu dari pelaku perjalanan luar negeri yang lebih mudah diantisipasi melalui karantina, tetapi saat ini sudah melalui transmisi lokal,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar penerapan protokol kesehatan diperketat, pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) ditingkatkan, serta program vaksinasi dipercepat.

“Dan juga penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di tempat-tempat yang terdapat mobilitas masyarakat cukup tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wapres menuturkan meskipun tingkat bahaya Omicron dinilai lebih rendah dari Delta, apabila jumlah kasusnya terlalu banyak maka tetap akan sulit ditangani, khususnya di rumah sakit.

“Apabila jumlah yang harus diisolasi, dikarantina, diobati begitu banyak, itu bisa menimbulkan kesulitan di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Wapres, jika sampai terjadi rumah sakit kewalahan dan tenaga kesehatan kelelahan, maka tidak menutup kemungkinan kejadian seperti puncak varian Delta bisa terulang kembali.

“Itu akan bisa juga kita alami seperti waktu terjadi puncak varian Delta,” ujarnya mengingatkan.

Oleh karena itu, sekali lagi Wapres meminta agar protokol kesehatan terus diperketat, 3T terus ditingkatkan, dan vaksinasi terus dipercepat.

“Vaksin pertama, kedua, dan booster terutama bagi orang tua, orang yang memiliki komorbid, dan anak-anak. Ini supaya dipercepat,” pungkasnya. (EP/RJP-BPMI Setwapres)