Jakarta, wapresri.go.id – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Grand Syekh (Imam Besar) Al-Azhar Kairo, Mesir, Mohammed Abdel Rahman Ad Duweiny, di Istana Wakil Presiden, Jl. Merdeka Selatan No.6, Jakarta Pusat, Jumat (21/06/2024).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Mesir, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi mereka sebelumnya di Surabaya, Februari tahun lalu, yang juga membahas tentang topik yang sama.

Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa Indonesia di Kairo, Wapres menyambut baik kebijakan baru proses seleksi melalui keputusan Majelis Tinggi Al Azhar No. 319 yang menunjuk Markaz Tatwir (Panitia Seleksi) Al Azhar bekerja sama dengan Kementerian Agama Indonesia.

“Terima kasih kepada Al Azhar yang telah memberikan beasiswa, dan ada panitia seleksi yang bekerja sama dengan Kementerian Agama. Kerja sama agar lebih ditingkatkan, supaya persiapan-persiapan [seleksi] itu dilakukan di Indonesia. Sehingga, ketika berada di Mesir, pelajar Indonesia bisa langsung beradaptasi,” imbaunya.

Lebih jauh, untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan kedua negara, Wapres mengungkapkan, selain menerima beasiswa Mesir, Indonesia juga siap memberikan beasiswa bagi mahasiswa Mesir yang ingin melanjutkan studi di Indonesia.

“Kami juga dari Indonesia menawarkan [beasiswa bagi] pelajar Mesir untuk belajar tentang ilmu-ilmu yang ada di Indonesia. Kami punya Universitas namanya Universitas Islam Internasional Indonesia. Dan Pemerintah [Indonesia] menyediakan pelajaran khusus untuk para pelajar dari luar negeri untuk belajar tentang Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Wapres juga menyinggung soal penerbangan langsung antara Jakarta dan Kairo yang semakin mempermudah mobilitas pelajar dan mempererat hubungan kedua negara. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Al-Azhar dalam menyediakan fasilitas dan dukungan kepada para pelajar Indonesia.

Menanggapi pernyataan Wapres, Wakil Grand Syekh Al-Azhar menyampaikan pentingnya memperkuat hubungan antara kedua negara melalui peningkatan kualitas seleksi dan persiapan para pelajar sebelum berangkat ke Al-Azhar. Upaya-upaya seperti seleksi online dan pengiriman delegasi untuk seleksi langsung sedang dipertimbangkan guna memastikan kualitas pendidikan yang diterima para pelajar.

“Kami juga sedang mempertimbangkan nantinya sekiranya diperlukan untuk mengutus delegasi dari Al-Azhar untuk melakukan seleksi atau ujian langsung jika sekiranya dipandang perlu. Kami juga sedang mengupayakan untuk menutup segala celah yang mungkin digunakan oleh orang-orang untuk melakukan upaya-upaya yang tidak sesuai dengan aturan, dan kami akan membuat satu sistem di mana pelajar nantinya bisa secara langsung berinteraksi dengan pihak kami,” ujarnya memastikan.

Terkait dengan tawaran beasiswa bagi pelajar Mesir untuk mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia, Ad Duweiny menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat senang mendengar tawaran dari Yang Mulia bagi masyarakat Mesir untuk bisa belajar di Indonesia. Dan saya yakin akan banyak masyarakat Mesir yang tertarik dengan tawaran ini. Bahkan saya juga mendapat informasi dari Kedutaan Mesir di Jakarta bahwasanya saat ini ada sekitar 500 mahasiswa Mesir yang sedang belajar di Indonesia,” imbuhnya.

Hadir mendampingi Grand Syekh Al-Azhar, Direktur Jenderal Lembaga Ulama Senior Al-Azhar Mahmoud Sedki Hassan, Wakil Duta Mesir untuk Indonesia Usamah Hamdi, Pejabat Fungsi KBRI Kairo Rahmat Aming Lasim, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Abdul Muta’ali, dan Pimpinan Pondok Pesantren Tazaka K.H. Anizar Masyhadi.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas, dan Asisten Staf Khusus Wapres Sholahudin Al Aiyub. (SK/RJP-BPMI, Setwapres)