Depok, wapresri.go.id – Salah satu upaya memajukan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia, adalah melalui penguatan riset dan pengembangan di lembaga pendidikan. Namun, menurut data Research and Development World, penganggaran riset dan pengembangan di negara ini, masih di urutan 34 dari 100 negara.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang anggaran riset dan pengembangan yang masih kecil ini, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengatakan, selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), perlu kontribusi swasta dan industri halal untuk mendukung pembiayaan di sektor tersebut.

“Jadi, kita ingin nanti didorong pembiayaan itu selain oleh APBN, tapi juga oleh swasta, oleh industri-industri yang juga tentu untuk yang halal, yang bergerak di bidang halal. Karena industri halal ini saya yakin akan berkembang,” ujar Wapres saat memberikan keterangan pers usai meresmikan peluncuran Indonesia Sharia Economy Outlook (ISEO) 2023 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa (05/12/2023).

Wapres mengakui, anggaran riset dan pengembangan secara umum di APBN masih terlalu kecil. Ia pun berharap, akan ada kenaikan bertahap untuk alokasi anggaran riset.

“Kita akan terus mendorong adanya peningkatan anggaran dari tahun ke tahun itu. Kalau sekarang, masih baru 0,24%. Kita harapkan 2030 itu menjadi 2% dan terus akan kita teruskan [peningkatan]”, harapnya.

Di sisi lain, Wapres juga berharap, institusi pendidikan dapat memfasilitasi pelaksanaan riset dan pengembangan industri halal, melalui kerja sama dengan pihak industri.

“Kita dorong universitas juga melakukan kerja sama-kerja sama dengan industri, berbagai dunia usaha, dunia industri untuk juga ikut membiayai riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi itu,” imbaunya.

Ke depan, Wapres meyakini, investasi asing untuk industri halal di Indonesia juga akan meningkat, termasuk untuk mendukung riset dan pengembangan industri halal atau eksyar.

“Ketika kemarin saya datang ke China, puluhan pengusaha China itu akan juga investasi di bidang industri halal di Indonesia dan sangat berminat besar. Itu baru di satu negara, belum di negara lain. Karena itu, kita harapkan nanti industri-industri ini juga akan terus membantu pembiayaan di bidang riset,” pungkasnya.

Dalam keterangan pers ini, Wapres didampingi oleh PJ. Gubernur Jabar Bey Machmudin, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Dekan FEB Teguh Dartanto, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi. (DMA/SK-BPMI, Setwapres)