Tuesday, 17 October 2017
Pentingnya Pendidikan dan Riset Untuk Pengembangan Teknologi Yang Membawa Kemakmuran Suatu Bangsa
10/08/2017 |

Makassar, wapresri.go.id - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa teknologi dapat dikuasai melalui semangat. Indonesia yang saat ini sedang terus membangun membutuhkan teknologi yang akan memberikan nilai tambah bagi sebuah nilai produk. Nilai tambahlah yang memberikan kemakuran kepada kita semuanya.

"Teknologi, nilai tambah dan kemajuan tidak bisa dipisahkan. Kemajuan tidak akan mungkin ada tanpa nilai tambah, nilai tambah tidak akan ada tanpa teknologi dan teknologi tidak akan pernah ada tanpa pendidikan serta riset", ujar Wapres saat menyampaikan sambutan pada acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 22 di Pantai Losari Makassar, Kamis, 10/8.

Wapres menambahkan, "Sarat dasar negara untuk maju adalah harus memiliki semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan suasana damai," imbuhnya.

Wapres mengungkapkan bahwa negara yang menguasai teknologi relatif lebih kondusif suasananya. Karena mereka bisa saling membantu dan tidak memerlukan persaingan. Dan Teknologi dapat dikuasai dengan tiga cara: Riset, meniru/mencontoh atau membeli.

"Jepang maju dengan mencontoh Amerika Serikat dan Korea maju dengan mencontoh Jepang,  sebagai contoh dari cara-cara suatu negara mengembangkan sekaligus menguasai teknologi. Tentunya, agar lebih maju lagi, maka apa yang dicontoh harus dikembangkan sehingga akan bermanfaat bagi bangsa itu sendiri, " imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menyampaikan bahwa dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah dikarenakan Sulawesi Selata memiliki garis pantai tepanjang dan memiliki pelabuhan yang terpadat di wilayah Indonesia Timur. Menurut Nasir, ini juga merupakan momentum bangkitnya semangat kemaritiman yang digaungkan oleh Pemerintah.

Adapun tema Hakteknas kali ini adalah "Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan," dengan sub tema "Peran Sumberdaya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia". “Tema Hakteknas kali ini sejalan dengan misi pembangunan Jangka Panjang Nasional, yaitu mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju, Kuat dan Berbasiskan Kepentingan Nasional” ujar Nasir.

Lahirnya Hakteknas yang didasari dengan diluncurkannya pesawat CN 250 buatan anak bangsa tahun 1995, merupakan suatu bukti nyata bahwa sejak 22 tahun lalu, bangsa ini telah berhasil mengembangkan Iptek dan Inovasi.

Menristek meyakini bahwa kunci utama keberhasilan dan penguatan inovasi adalah adanya kolaborasi dan sinergi para aktor inovasi (akademisi, dunia usaha, pemerintah dan komunitas pengguna teknologi

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan harapannya agar perkembangan Iptek tidak tersentralisir di pulau Jawa saja. Hal ini diharapkan agar kemajuan teknologi itu dapat dirasakann bersama-sama. "Teknologi dan kreativitas harus bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia", tuturnya.

Setelah peresmian Harteknas, Wapres beranjak untuk meresmikan pameran Ritech Expo 2017, produk-produk inovasi hasil karya anak negeri di areal  yang sama.

Tampak hadir pada acara tersebut Menteri Kordinator Bidang Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Hadir mendampingi Wapres dalam acara Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Umum Alwi Hamu, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi Husain Abdullah (KIP-Setwapres)

Sidang Umum PBB di Amerika Serikat