Jakarta. Islam di Indonesia dan juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara disebarkan dengan cara yang damai. Cara penyebaran ini berbeda dengan Islam di Timur Tengah yang dilakukan dengan pendudukan suatu wilayah. Dengan penyebaran agama Islam yang damai ini, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bukan hanya besar, tapi kita merupakan negara yang paling harmonis. “Tidak ada yang lebih harmonis daripada kita di dunia ini,” ucap Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat menutup Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan I di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 19 Februari 2015.

Keharmonisan itu, Wapres mencontohkan seperti yang terjadi pada hari ini, dimana kita libur karena hari raya Imlek. Padahal menurut Wapres, penduduk yang merayakan Imlek tidak lebih dari 3 persen dari bangsa ini. “Di Perancis, pemeluk agama Islam sebanyak 5 persen tetapi tidak ada libur untuk merayakan hari raya Idul Fitri,” ujar Wapres.

Bahkan hari raya agama lainnya yang penganutnya di bawah 3 persen, pemerintah tetap menjadikan libur nasional. Kita, kata Wapres, merayakan 3 hari raya nasional. Itulah Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. “Itulah Indonesia yang memiliki kebhinnekaan tapi kita bersatu atas kebhinnekaan,” ujar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres sering mengatakan kepada Menteri Agama untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat pikiran-pikiran Islam yang moderat dan menjadi contoh di dunia ini. “Karena kita berbeda dengan negara-negara lain di dunia, apalagi negara di Timur Tengah,” kata Wapres.

Di awal sambutannya, Wapres mengatakan bahwa minggu depan mungkin merupakan situasi terbaik yang pernah dialami bangsa ini. Politiknya sangat stabil, tidak ada lagi yang memiliki posisi yang berbeda, tidak ada lagi partai pemerintah, partai oposisi. “Semuanya mempunyai pandangan yang sama untuk memajukan bangsa ini,” kata Wapres.

Dalam bidang ekonomi, kita menyadari bahwa tahun-tahun ini merupakan situasi terbaik, kondisi yang baik. Ekonomi, APBN kita memiliki situasi yang baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Yang dibutuhkan bangsa ini adalah kerja keras bersama-sama memajukan bangsa ini,” kata Wapres.

Bahwa ada masalah-masalah yang dihadapi, kata Wapres, seperti satu bulan yang lalu telah diselesaikan dengan baik, karena pengalaman menunjukkan tidak ada situasi yang sulit selama kita berniat baik. “Negara saja bisa aman, apalagi PPP bulan-bulan depan mudah-mudahan selesai,” ucap Wapres.

Sebagai partai yang memiliki pemikiran filosofis agama Islam. PPP menurut Wapres memiliki dua hal yang menjadi pertimbangan, yaitu religius dan nasional. Tetapi seperti yang telah disampaikan Wapres di tempat lain, bahwa kita semua sama, tidak ada partai yang 100% religius. Tidak ada juga partai yang 100 persen semuanya nasional. “Kita bersatu di dua hal ini,” tutur Wapres.

Dalam pandangan Wapres, situasi persatuan bangsa saat ini lebih bagus daripada waktu-waktu lalu. Memang kondisi nasional kita untuk mempersatukan bangsa ini jauh lebih baik dibanding dari sejarah masa lalu. Kalau awal kemerdekaan, partai itu jelas kondisinya. “Ada partai Islam dan partai Nasional. Pada tahun demokrasi terpimpin pada era Bung Karno lebih jelas lagi perbedaannya, dengan Nasakom, partai Nasional, partai Agama, dan partai Komunis,” kata Wapres.

Tapi setelah masa-masa itu, mulailah kita kembali menjadi satu, yaitu mengutamakan persatuan nasional dengan cara berpikir yang mempunyai falsafah masing-masing. “Tapi PPP tentu harus selalu berjuang untuk nasional juga untuk umat,” ungkap Wapres.

Partai Jangan Hanya Berpolitik

Wapres mengharapkan partai politik di tanah air tidak hanya melulu memikirkan politik saja. Partai, kata Wapres, mempunyai dua macam zaman, yakni zaman bertanam dan zaman memetik. Usai melaksanakan pemilihan umum, baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif, maupun pemilihan kepala daerah adalah saatnya parpol bekerja untuk masyarakat. “Politik tinggalkan di parlemen, baik di DPR, DPRD, biarlah politik ada di situ. Selain itu, bekerjalah untuk masyrakat,” ajak Wapres.

Parpol juga harus dapat bekerja untuk kemajuan, kemakmuran dan membangun untuk masyarakatnya sendiri. “Itulah esensi daripada partai yang baik, sehingga akan dikenang dan dipilih masyrakat untuk lima tahun berikutnya,” ucap Wapres.

Di dalam pengelolaan parpol, Wapres meminta agar parpol dikelola dengan cara berdemokrasi terlebih dahulu, karena jika parpol tidak dikelola secara demokratis penyelenggaraannya, bagaimana akan berbicara demokrasi untuk bangsa ini. Padahal kita telah memiliki demokrasi sebagai jalan untuk membangun bangsa ini.

Karena itulah Wapres akan menghargai sikap-sikap demokrasi yang menjadi dasar pengelolaan parpol agar bangsa ini dapat berbicara demokratis. Parpol yang demokrati akan menyelenggarakan partai secara efisien, sistematis dan pengambilan keputusan secara baik, serta didasari semangat yang baik untuk kemajuan masyarakat. “Kalau menjalankan seperti itu, Partai seperti PPP akan mendapat tempat di masyarakat dan bangsanya”.

Penutupan Mukernas PPP ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP Rohamurmuziy serta pengurus PPP dari pusat dan daerah.

****