Rabu, 1 Maret 2017
Sambutan Pembukaan Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Upacara Pembukaan Side Event Indonesia-Undp Pada Sidang Majelis Umum Pbb Ke- 71 Pelaksanaan Agenda 2030 Untuk Pembangunan Berkelanjutan: Dari Komitmen Global Menuju Aksi Lokal New York, 21 September 2016
21/09/2016|

Para Menteri,

Para Dubes

Para Peserta yang Terhormat,

Para Hadirin,

Saya ingin menyampaikan sambutan hangat untuk Anda semua. Saya ucapkan terima kasih kepada UNDP dan pemangku kepentingan lainnya yang telah mendukung acara ini.

Tahun 2016 adalah tahun yang penting karena merupakan tahun pertama pelaksanaan Agenda 2030, dimana kita berkomitmen untuk melaksanakannya selama 15 tahun ke depan. Agenda 2030 adalah komitmen global untuk pengentasan kemiskinan, dan tidak ada seorangpun yang tertinggal. Dalam konteks ini, kita memerlukan komitmen kuat dan kemitraan global yang tulus.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian,

Saya percaya bahwa saling berbagi pelajaran dan praktek terbaik sangat penting untuk menyamakan pencapaian SDGs di semua negara dan pada gilirannya mempercepat pencapaian global SDGs. Inilah tujuan side event: untuk berbagi pengalaman tentang pelaksanaan Agenda 2030 dari negara-negara lain, seperti Indonesia, Meksiko, dan Nigeria.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian,

MDGs telah mencapai banyak hal selama lima belas tahun terakhir: jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrim telah menurun lebih dari setengah; proporsi penduduk kekurangan gizi juga telah menurun separuhnya; peningkatan pendaftaran sekolah dasar dan tingkat melek huruf; dan kematian akibat malaria dan tuberculosis telah dapat dihindari.

Namun, tantangan masih banyak: kondisi ekonomi global telah menunjukkan perlambatan selama beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan tetap demikian dalam beberapa tahun ke depan; sekalipun kemiskinan ekstrim mengalami penurunan, ketimpangan dalam dan antar negara makin meningkat; dari 101 negara berpenghasilan menengah pada tahun 1960, hanya 13 yang menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2008; emisi karbondioksida dunia telah meningkat lebih dari 50% sejak tahun 1990 yang memperburuk perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Agenda 2030 bersifat universal dan transformatif. Ini akan menjadi kerangka komprehensif bagi upaya pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan global. Isu-isu dalam Agenda 2030 akan menjadi fokus diskusi di berbagai forum global ke depan, seperti: pertumbuhan ekonomi; ketahanan pangan dan energi; pengurangan emisi karbon; ketimpangan dalam dan antar negara; serta kerjasama teknologi.

Yang Mulia,

Hadirin sekalian,  

Indonesia berkomitmen menerapkan Agenda 2030. Indonesia telah mengambil langkah awal dalam menyelaraskan Agenda 2030 dengan rencana pembangunan nasional. Ke depan, kami akan mengembangkan rencana aksi di tingkat nasional dan daerah sebagai pelaksanaan Agenda.

 

Untuk memastikan pencapaian Agenda, saya ingin menyoroti hal-hal berikut:

  • Kita membutuhkan kemitraan global yang lebih kuat, berdasarkan kesetaraan dan inklusivitas.
  • Kerjasama pembangunan harus difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.
  • Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular Cooperation untuk membangun kapasitas negara-negara berkembang harus ditingkatkan.
  • Kita perlu modal untuk mendapatkan hasil. Untuk mencapainya, setiap negara membutuhkan pertumbuhan tidak hanya untuk keluar dari kemiskinan tetapi juga untuk menguatkan ketahanan ekonomi nasional dari pelambatan periodik ekonomi global.
  • Semua pemangku kepentingan harus mengambil bagian dalam Agenda.

Sehubungan dengan itu, saya ingin mendorong kita semua agar menggunakan kesempatan ini untuk berdiskusi dan belajar dari satu kepada yang lainnya serta mengeksplorasi solusi-solusi kreatif bagi pelaksanaan Agenda.

Terima kasih.

VIDEO TERKINI
Malam Puncak Milad Istiqlal ke-39